Jumat, 06 September 2013

Pake Carvil, Perjalanan Pun Terasa Nyaman (ga jadi ikut)

Pake Carvil, Perjalanan Pun Terasa Nyaman

      Awal liburan sekolah, rasanya pasti happy banget J rasanya itu  segala beban yang terhambat di pundak, uuh akhirnya dilepas juga walaupun sementara (just for a while)
hm karena libur, ayahku yang biasanya pergi berdua dengan ibu, menjadi pergi berempat karena aku dan adikku juga ingin ikut. ya bapakku heran sih dengan perubahan sikapku yang biasanya males kalau diajak pergi dikarenakan banyak tugas dari sekolah. hehe :D
Siang itu, kami pun berangkat. Oh ternyata ke surabaya, dan eh diajak ke mall ternyata. Di sana setelah puas muter-muter sambil beli sesuatu yang diperlukan,kami pun memasuki supermarketnya. dan ketika di rak sepatu atau sandal, ayahku nyeletuk,”Lo, sandalnya Fida kok sudah sobek? ayo beli sandal. kalau nggak mau, nanti tak ambilkan lo.”

       Huh. enak sih, tapi nggak usah maksa po’o! batinku bersuara protes karena ayah mulai cerewet. Alhasil, aku pun mencari sandal-sandal yang bertipe cowok tetapi juga pantas buat cewek.

       Akhirnya mataku tertuju pada sandal gunung. Sandal itu sangat memprioritaskan dua warna kesukaanku yaitu, “merah dan hitam.” Langsung saja, aku cari nomor yang cocok.
           Hm,.. Nomor 40 mana ya? Bismillah ada.
Taraaa!!! akhirnya setelah membolak-balik sandal mencari nomor pas, alhamdulillah dapet nomor 40. dan setelah dicoba rasanya itu karetnya dingin, enak, nyaman, pokoknya pas lah, buat perjalanan jauh maupun dekat. dan setelah aku lihat, ternyata mereknya Carvil, sebuah merek sepatu yang sangat terkenal. olalala.... benar saja rasanya nyaman, wong Carvil lhang. dan karena aku khawatir dengan harga sandal bermerek, aku lihat harganya. Jreng, jreng! sumpah murah banget untuk ukuran sandal gunung begini. dan akhirnya, sandal itu aku cemplungkan ke keranjang belanjaan dan besoknya aku pakai mudik.
          Mudik itu hukumnya wajib atau secara otomatis mengunjungi / silaturrahmi kakek-nenek di Salatiga. Ya... ke salatiga tidaklah mudah. kami hanya mengendarai mobil dengan orangtuaku sebagai supir selama 8 jam, aku sendiri merasa kasihan. aku masih merasa belum bisa membanggakan karena belum bisa menggantikan mereka untuk menyupir -,-

        ya sudahlah, finally, kita semua akhirnya sampai di Salatiga dengan selamat. Aku lihat sandal Carvilku, masih gagah berdiri dengan bahan yang terlihat kokoh, dan sedap dipandang. Terimakasih,Carvil. Karenamu, kakiku baik-baik saja, dan karenamu kakiku tidak mengalami gangguan. Terima kasih ya! :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar